Sidang DPRK Bener Meriah Ricuh
Wed, Feb 16th 2011, 10:11
REDELONG - Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, Senin (14/2), dengan agenda membahas perubahan anggota fraksi, berakhir ricuh. Sesama anggota dewan nyaris adu jotos di ruang sidang. Untung cepat dilerai, sehingga pergesekan itu tak sampai menyebabkan ada korban yang dipukul atau cedera.
Sidang paripurna khusus itu digelar sebagai ekses dari menyeberangnya empat anggota dewan dari dua fraksi gabungan, yakni Fraksi Bener Meriah dan Fraksi Redelong ke Fraksi Golongan Karya (Golkar).
Keributan itu sendiri terjadi lantaran ada perbedaan pendapat antara anggota Fraksi Golkar dengan Fraksi Gabungan Redelong dan Fraksi Gabungan Bener Meriah mengenai pembahasan alat kelengkapan dewan, Ini dikaitkan dengan fakta baru, yakni adanya perubahan susunan personel di tubuh ketiga fraksi tersebut.
Sebagai fraksi yang kedatangan “tamu” untuk bergabung, Golkar menginginkan dalam sidang paripurna khusus itu tidak cuma perubahan susunan anggota fraksi yang dibahas. Perlu dibahas juga perihal alat kelengkapan dewan. Tapi usul itu ditolak oleh Fraksi Bener Meriah dan Fraksi Redelong. Keduanya enggan membahas alat kelengkapan dewan dalam sidang itu, sehingga berujung ke situasi yang mulai memanas dan memicu perang mulut.
Berdasarkan pantauan Serambi, pada tahap awal dimulainya sidang yang dipimpin Ketua DPRK Bener Meriah, Drs Rusli M Saleh itu, sidang berjalan aman. Setelah sidang dibuka, sempat diskor 30 menit untuk menyusun struktur baru di tiga fraksi yang mengalami perubahan komposisi anggota.
Seusai diskor, sidang dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama anggota di tiga fraksi tersebut. Pada saat itu suasana sidang mulai memanas, karena antarsejumlah anggota dewan mulai menginterupsi dan berdebat. Ada juga yang berteriak-teriak, karena merasa interupsinya tidak ditanggapi pimpinan sidang.
Sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Fraksi Golkar bersikeras meminta kepada pimpinan sidang agar langsung membahas alat kelengkapan dewan di dalam sidang paripurna khusus itu. Namun, anggota Fraksi Gabungan Redelong dan Fraksi Bener Meriah, tetap kukuh menolak pembahasan alat kelengkapan dewan dalam sidang itu. “Sesuai undangan yang kami terima hari ini, agendanya hanya membahas tentang perubahan anggota fraksi. Jika sidang dilanjutkan dengan pembahasan alat kelengkapan dewan, kami akan ke luar dari ruang sidang ini,” ancam Ir Suterisno dari Fraksi Redelong.
Pernyataan siap untuk walk out dari ruang sidang yang dilontarkan Ir Suterisno itu, ternyata tidak digubris oleh anggota dewan lainnya, terutama dari Fraksi Golkar yang tetap bersikeras agar alat kelengkapan dewan dibahas dalam sidang itu, sehingga perdebatan pun makin ramai.
“Berubahnya susunan fraksi otomatis alat kelengkapan dewan juga berubah, sehingga sesuai dengan tata tertib dewan, perlu segera dibahas masalah ini,” kata Ketua Fraksi Golkar, Ir Sarkati, sembari menyebutkan bahwa persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin dan beretika.
Setelah terjadi perdebatan beberapa menit, pimpinan sidang, Drs Rusli M Saleh, langsung menutup sidang paripurna khusus itu. Ia putuskan bahwa untuk membahas alat kelengkapan dewan tersebut akan dibahas dalam sidang berikutnya. Lalu ia ketuk palu tanda ditutupnya sidang paripurna khusus itu.
Baru saja palu diketuk pimpinan sidang, seorang anggota dewan, Marianto (Ketua Fraksi Gabungan Bener Meriah) dari Partai Gerindra, emosi. Ia merasa tersinggung karena diejek oleh seorang anggota Fraksi Golkar, Firmansyah dari Partai Demokrat. Serta merta kedua anggota dewan ini saling menantang untuk berduel.
Ir Suterisno yang sejak awal mulai geram, bergegas mengejar Firmansyah. Namun berhasil dihadang oleh anggota dewan lainnya, sehingga adu jotos urung terjadi. Pascainsiden itu, sejumlah anggota dewan yang nyaris terlibat adu jotos itu langsung didamaikan di ruang sidang. Mereka pun akhirnya langsung membubarkan diri demi menghindari terjadinya konflik yang lebih parah lagi.
Adapun empat anggota dewan yang bergabung ke Fraksi Golkar itu masing-masing Riduansyah dan Jusriadi dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Mereka mundur dari Fraksi Gabungan Redelong untuk seterusnya bergabung ke Fraksi Golkar.
Dua orang anggota dewan lainnya yang bergabung dengan Fraksi Golkar adalah Guntarayadi SP dan H Misriadi MS, keduanya politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tadinya bernaung di bawah Fraksi Gabungan Bener Meriah. Menyeberangnya dua politisi PDIP ke Fraksi Golkar itu baru mencuat ketika digelar Sidang Paripurna Khusus DPRK Bener Meriah, Senin (14/2), tapi Riduansyah dan Jusriadi dari PBR telah mengikrarkan kepindahannya pada sidang paripurna APBK beberapa hari lalu. (c35)
Sumber : Serambinews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar